Institut Teknologi Nasional Malang Tertarik Studi Banding Ke Program Magister Teknik Sipil UII

Program Magister Teknik Sipil (PMTS) UII menerima kunjungan dari Universitas Teknologi Nasional (ITN) Malang dalam rangka studi banding terkait kurikulum Magister Teknik Sipil UII. Dalam kunjungan ini, 2 orang wakil dari ITN,  Sekretaris Program Studi Teknik Sipil S2 ITN, Maranatha W., ST., MMT., Ph.D. dan Dosen Tetap S2 Teknik Sipil ITN, Dr. Ir. Lies K. Wulandari, MT., diterima Ketua Jurusan Teknik Sipil UII, Prof. Ir. Widodo, MSCE., Ph.D. serta Dekan Fakultas Teknologi dan Perencanaan UII, Miftahul Fauziah, ST., MT., Ph.D., di Ruang Kuliah Program Magister Teknik Sipil UII , pada Rabu (17/1).

Studi banding ini  menjadi salah satu acuan untuk mendapatkan berbagai informasi yang relevan sebagai referensi dan konsultasi serta diskusi kurikulum magister teknik sipil dalam rangka penyusunan Kurikulum Program Studi Teknik Sipil S2 ITN Periode 2019-2024. Dalam pertemuan, juga banyak didiskusikan mengenai Program Double Degree pada Program Magister Teknik Sipil UII.

Widodo menyampaikan bahwa  Program Double Degree antara PMTS FTSP UII dan Department of  Urban and Regional Planning (DURP), Universty of Hawaii at Manoa (UHM), Amerika Serikat bukan merupakan hal yang mudah. Perlu proses yang panjang dan waktu yang cukup lama agar hal tersebut dapat terwujud.

Sebagaimana diketahui, Program Double Degree antara PMTS FTSP UII dan Department of Urban and Regional Planning (DURP), Universty of Hawaii at Manoa (UHM), Amerika Serikat telah dimulai sejak tahun 2012. Program ini merupakan implementasi dari Memorandum of Understaning (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) yang telah ditandatangani kedua pihak. Mahasiswa yang dapat menyelesaikan Program Double Degree akan mendapatkan 2 (dua) ijazah dan 2 (dua) gelar, yaitu Magister Teknik (M.T.) dan Master of Urban and Regional Planning (MURP).

Di akhir kunjungan, kedua tamu menyempatkan waktunya bekeliling dan melihat-lihat area kampus dan laboratorium-laboratorium yang ada di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII .

Kuliah Umum Pengendalian Kualitas Pada Konstruksi Baja “Tipe Penyimpangan Kualitas Pada Struktur Menara Telekomunikasi Selular”

Sektor bisnis telekomunikasi adalah salah satu sektor industri yang terus berkembang pesat selama lebih dari 15 tahun terakhir ini. Jumlah pengguna telepon selular diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan semakin terjangkaunya harga handset dan biaya pembicaraan yang semakin murah dan kompetitif, dimana masing-masing operator menawarkan paket biaya yang bervariasi dengan berbagai jurus. Konsekuensi dari upaya tersebut, membuat para penyedia jasa layanan telekomunikasi selular harus membangun jaringan telekomunikasi baru di seluruh Indonesia sebagai salah satu upaya memenangkan kompetisi dalam pasar telekomunikasi selular.

Pembangunan sistem jaringan telekomunikasi selular dan infrastrukturnya yang dilakukan oleh operator merupakan proyek besar dengan skala nasional yang membutuhkan dan melibatkan banyak sumber daya. Pada fase konstruksi, pembangunan pengembangan jaringan telekomunikasi membuat proyek ini menjadi cukup kompleks untuk dikelola bila dibandingkan dengan proyek sipil lainnya. Waktu konstruksi yang singkat, luas wilayah dan banyaknya site yang harus dikerjakan dalam satu kurun waktu, membuat kemungkinan tidak seragamnya kualitas pelaksanaan menjadi signifikan.

Pada bagian lain, dari aspek manajemen, produk yang dihasilkan harus seragam walaupun dibatasi oleh kendala waktu, biaya, kondisi geografis yang berat, kondisi sosial dan keamanan masyarakat setempat atau akibat dari terbatasnya sarana prasarana transportasi. Ketidaksesuaian atas dasar kualitas yang terjadi pada pekerjaan menara telekomunikasi dapat menyebabkan gangguan pada fungsi dasar dan fungsi utama menara telekomunikasi atau bahkan dalam tahapan lebih lanjut bisa menyebabkan kegagalan struktur. Hal ini dapat menjadi sumber masalah atau memiliki potensi masalah yang bahkan bisa menimbulkan efek yang tidak diinginkan oleh semua pihak.

Menghadapi realita tersebut, maka diadakanlah Kuliah Umum dengan tema Pengendalian Kualitas Pada Konstruksi Baja “Tipe Penyimpangan Kualitas Pada Struktur Menara Telekomunikasi Selular”, Sabtu (28/11). Hadir dalam kesempatan tersebut Firmadi Ulfa, ST., MT., Deputy Project Director PT. Arsy Global Otonom sekaligus alumni Magister Teknik Sipil UII sebagai pembicara. 

Bertempat di ruang kuliah Magister Teknik Sipil UII, Firmadi menjelaskan secara terperinci mengenai tipe-tipe struktur baja menara telekomunikasi selular dan jenis-jenis penyimpangan kualitas pada elemen struktur dan non struktur pada menara telekomunikasi.

Firmadi mengatakan perlu adanya perbaikan desain pada sambungan struktur rangka baja menara. “Sebagai besar penyimpangan kualitas yang terjadi pada alat sambung merupakan penyimpangan kualitas yang terjadi pada fase konstruksi dan fase operasi pemeliharaan dan sebagian besar penyimpangan kualitas pada material elemen struktur merupakan penyimpangan kualitas yang disebabkan oleh penyimpangan pada fase desain dan fase fabrikasi”, ujar Firmadi.

Program Magister Teknik Sipil UII Sambut Mahasiswa Baru

Sebanyak 50 mahasiswa baru PMTS UII yang terdiri dari 3 konsentrasi; Manajemen Konstruksi, Manajemen Rekayasa Kegempaan dan Perencanaan dan Teknik Transportasi disambut oleh Program Magister Teknik Sipil UII di Ruang Kuliah Magister Sipil dalam rangka kuliah perdana mahasiswa baru TA 2018/2019, Jum’at (8/9).

Rangkaian acara dibuka dengan penyampaian penjelasan akademik yang disampaikan oleh Ketua Program Studi Magister Teknik Sipil UII, Dr. Ir. Tuti Sumarningsih, ST., M.T.  dan dilanjutkan dengan pemberian motivasi yang dibawakan oleh Prof. Ir. Widodo, MSCE., Ph.D.  dengan tema “To Be a Good Master Student”.

Dalam penjelasannya, Prof. Widodo menyampaikan bahwa ada beberapa cara untuk menjadi seorang “Good Master Student” yang dirangkum menjadi 18 cara; yaitu harus menjadi mahasiswa yang aktif, suka bertanya, menguasai kelas, membangun pola pikir pada setiap persoalan ,  mencari hubungan dalam setiap pembelajaran, berfikir layaknya penulis, secara aktif mempraktekkan apa yang telah dipelajari dan menghubungkan dengan kehidupan, mencari masalah dalam diri, bertanya pada diri sendiri, mencari konsep kunci, menguji diri sendiri, menguji pikiran,  belajar dengan menulis, sering melakukan evaluasi dan melakukan evaluasi apa yang telah dibaca.

Acara berjalan cukup antusias dengan tanya jawab  dan sharing pengalaman mahasiswa. Rangkaian acara ditutup dengan  penjelasan lebih lanjut  mengenai  masing-masing konsentrasi yang ada di Program Magister Teknik Sipil UII.

Pengumuman Nama-Nama Calon Mahasiswa Program Pascasarjana MTS FTSP UII Gelombang 3 TA 2018/2019

Bismillahirrohmanirrohim,

Berdasarkan surat keputusan yang disahkan oleh Ketua Program Studi Pascasarjana Magister Teknik Sipil FTSP UII, berikut nama-nama calon Mahasiswa TA 2018/2019 yang diterima melalui seleksi pada Gelombang 3:

 

    Untuk proses selanjutnya, hasil tes seleksi calon mahasiswa baru Program Magister Teknik Sipil Gelombang III berikut dengan prosedur her registrasi dapat diambil langsung di sekretariat PMTS FTSP UII pada jam kerja, Senin-Jum’at pukul 08.00-16.00 atau bisa menghubungi no telp. (0274) 896441

Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru TA 2018/2019 Gelombang Akhir

Berikut ini informasi penerimaan mahasiswa baru TA 2018/2019 gelombang III:

 

Pengumuman Nama-Nama Calon Mahasiswa Program Pascasarjana MTS FTSP UII Gelombang 2 TA 2018/2019

Bismillahirrohmanirrohim,

Berdasarkan surat keputusan yang disahkan oleh Ketua Program Pascasarjana Magister Teknik Sipil FTSP UII, berikut nama-nama calon Mahasiswa TA 2018/2019 yang diterima melalui seleksi pada Gelombang 2:

 

   Untuk proses selanjutnya, hasil tes seleksi calon mahasiswa baru Program Magister Teknik Sipil Gelombang II berikut dengan prosedur her registrasi dapat diambil langsung di sekretariat PMTS FTSP UII pada jam kerja, Senin-Jum’at pukul 08.00-16.00 atau bisa menghubungi no telp. (0274) 896441

Pengumuman Nama-Nama Calon Mahasiswa Program Pascasarjana MTS FTSP UII Gelombang I TA 2018/2019

   Berdasarkan surat keputusan yang disahkan oleh Ketua Program Pascasarjana Magister Teknik Sipil FTSP UII, berikut nama-nama calon Mahasiswa TA 2018/2019 yang diterima melalui seleksi pada Gelombang I:

 

 

PMTS FTSP UII Berperan Aktif Dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Di Universitas Andalas, Padang

     PMTS FTSP UII berperan aktif dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Riset Kebencanaan ke – 5 yang diselenggarakan di Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Bencana Indonesia (IABI) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI yang dibuka oleh Wakil Presiden, M. Jusuf Kalla. Even ini merupakan yang kelima kalinya semenjak dimulainya tahun 2014 lalu di Kota Surabaya yang mana sebelumnya PIT Riset Kebencanaan ini dilaksanakan di Universitas Indonesia Depok.

      Kegiatan PIT Riset Kebencanan ke V dilaksanakan pada 1-4 Mei 2018 dengan diawali peresmian Taman Edukasi Bencana (TEB) yang berlokasi di Danau Cimpago, Purus, Sumatera Barat, Selasa (01/05). Dalam acara tersebut turut disampaikan anugerah Life Time Achievement Bidang Penanggulangan Bencana. Rangkaian acara yang lainnya yaitu, Konferensi internasional, Seminar nasional (diskusi panel/paralel), Expo/pameran kebencanaan, Disaster management event dan Geopark study visit.

     Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala BNPB Laksda (Purn) Willem Rampangilei, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Rektor Universitas Andalas Tafdil Husni dan Ketua IABI Harkunti Pertiwi Rahayu. BNPB Ir. Hermansyah, Direktur Pengembangan Resiko BNPB Lilik Kurniawan, Ka Balitbang Ir. Reti Wafda, Ketua Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Ketua Umum Panitia Pertemuan Ilmiah Tahunan Riset Kebencanaan Unand Dr. Febrin Anas dan Bambang Istijono ketua pelaksana.

     PIT sendiri merupakan acara tahunan yang diikuti oleh para peneliti, akademisi, praktisi dan perekayasa kebencanaan di tanah air yang bertujuan untuk menggali peran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penanggulangan bencana di Indonesia Selain itu juga bertujuan untuk terwujudnya dialog dan sinergi pelaku penelitian/periset kebencanaan dari Lembaga Riset dan Perguruan Tinggi. Selain membuka booth pameran kebencanaan di Kompleks Masjid Raya, Padang, Sumatera Barat. Dosen PMTS UII turut serta mempresentasikan hasil-hasil riset kebencanaan.

Hasil Tinjaun Lapangan (Reconnaissance) ke Wilayah Kerusakan Gempa Banjarnegara

Peristiwa Bencana Gempa di Banjarnegara  yang terjadi pada 18 April 2018 membuat banyak pihak prihatin, karena selain menelan 2 korban jiwa peristiwa tersebut juga banyak menimbulkan kerusakan bangunan. Prof. Sarwidi, Dosen Rekayasa Kegempaan dan Manajemen Bencana (RGMB) bersama dengan Mahasiswa Magister Teknik Sipil UII konsentrasi RGMB melakukan kunjungan ke lokasi terjadinya gempa guna meninjau dampak kerusakan di lokasi gempa, Sabtu (21/4/2018).

Hasil temuan tim di lapangan banyak menemukan bangunan yang roboh atau rusak umumnya rumah dan beberapa bangunan sekolah yang dikatagerikan sebagai bangunan non-teknis (non-engineered) dan memang terindikasi bersifat getas. Bangunan rumah dan sekolah yang roboh atau rusak berat tidak mengikuti kaidah-kaidah dalam membangun bangunan tahan gempa, diantaranya adalah sistem struktur yang kurang menyatu, mutu tembokan yang rendah, bangunan didirikan di atas tanah yang kurang stabil serta material bangunan, seperti kayu dan bambu yang telah lapuk.

 

Ada hal menarik yang ditemukan di lokasi bencana. Di sana ditemui inovasi dari masyarakat dalam menekan biaya bangunan dengan menggunakan kombinasi tulangan baja dan bambu untuk perkuatan rangka beton rumah. Sayangnya, teknis pelaksanaan kurang memadai dan tidak dibuat dengan praktek yang semestinya. Seperti, adanya kekurangan pembuatan kait pada penyambungan tulangan, pemakaian tulangan bambu yang bermutu rendah dan berukuran terlalu kecil dan sambungan pada simpul antar elemen beton pengekang yang tidak memadai. Hal ini yang menyebabkan bangunan sangat rawan runtuh.

Perlu diketahui, gempa yang terjadi di Banjarnegara berskala rendah, yaitu 4,4 SR tanggal 18 April 2018 dengan kedalaman pusat gempa 4 km dan 3,4 SR tanggal 21 April 2018 dengan kedalaman pusat gempa 1 km. Namun demikian, pusat gempa yang sangat dangkal menyebabkan intensitas goncangan gempa di permukaan dapat terasa sangat kuat sehingga bangunan yang kurang memenuhi standar keamanan gempa banyak yang roboh atau rusak berat.

“Mengingat sebagian besar permukiman masyarakat di Indonesia terancam bencana gempa, maka sewajarnyalah semua pihak dapat bahu-membahu dalam mengantisipasi bencana gempa agar menjadi kekuatan besar dalam mengantisipasi bencana tersebut, misalnya dengan mengadakan semacam gerakan nasional PRB gempa”, ujar Sarwidi.

read more :

http://jogja.tribunnews.com/2018/04/23/antisipasi-gempa-masyarakat-rumah-harus-pilih-rumah-tahan-goncangan

http://jogja.tribunnews.com/2018/04/23/ini-hasil-tinjauan-tim-uii-yogyakarta-terkait-dampak-kerusakan-gempa-banjarnegara